Hewan Kurban Wajib Diperiksa
Untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada Idul Adha 17 November 2010, Bidang Peternakan Dinas Kelautan dan Pertanian (Dislatan) Kota Tegal melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan di seluruh tempat penampungan yang tersebar di wilayah Kota Tegal.
Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), Sukirno menyebutkan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan mulai Senin (8/11) hingga 20 November mendatang. Pemeriksaan dilakukan oleh tim yang terdiri dua dokter hewan dan 18 petugas penyuluh lapangan.
Sementara itu, Dokter Hewan Liza Atikah menyebutkan pemeriksaan hewan dimaksudkan untuk menjaga agar hewan yang dijual para pedagang aman dan layak dikonsumsi. Pemeriksaan hewan kurban meliputi ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih). "Kami ingin hewan kurban yang disedikan aman, sehat, utuh dan halal (ASUH)," terangnya, Senin (8/11).
Liza menyebutkan pemeriksaan juga untuk mengantisipasi terhadap penyakit berbahaya seperti antraks, malleus, boutvur, rinderpest. Selain itu juga menghindari beredarnya hati kambing atau sapi yang mengandung cacing hati (vasciola hepatica).
"Tahun lalu dari hewan kurban yang diperiksa,kami menemukan cacing hati pada kambing dan sapi. Selain itu ditemukam hewan yang paru-parunya tidak nornal dan cacing paru-paru pada beberapa sapi," sebutnya.
Liza menyebutkan bila pada pemeriksaan post mortem ditemukan cacing hati, hati yang mengandung cacing akan langsung dibuang agar tidak dikonsumsi manusia.
Sementara itu, pemeriksaan hewan kurban kemarin dilakukan di tiga penampungan yakni di Jl Hang Tuah, Jl Layur dan Jl S Parman. Dari pemeriksaan tersebut, di penampungan Jl Hang Tuah, petugas menemukan satu ekor kambing yang buta. Selanjutnya petugas menyarankan pada pemilik agar tidak menjual kambing tersebut untuk kurban. Selain itu petugas juga menemukan kambing dan domba yang suhu tubuhnya tinggi.
"Akibat perpindahan tempat dari daerah pegunungan ke kota yang cuacanya panas bisa mengurangi nafsu makan hewan. Sehingga saat diukur suhunya cenderung tinggi. Selain itu nafasnya menjadi lebih cepat karena dehidrasi. Untuk penanganan perlu diberi minum yang banyak. Untuk pengganti elektrolit dan memperbaiki metabolisme bisa ditambah garam, gula merah dan kunyit," jelas Liza.
Salah seorang pedagang hewan kurban, Maman (39) menyebutkan hewan kurban berasal dari Sukorejo, Brebes, Slawi . Untuk menjaga konsidi ternak, selain memberi pakan dan minum yang cukup, dia juga rutin membersihkan kandang. Untuk mencegah ternak digigit nyamuk dia, melakukan pengasapan menggunakan bahan pakan yang sudah tidak digunakan.






