Laman

Minggu, 29 Agustus 2010

Wajibnya Zakat Fitrah

Zakat Fitrah adalah zakat diri yang diwajibkan atas setiap lelaki dan perempuan muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan manusia saat baru diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat fitrah ini manusia (dengan izin Allah) akan kembali fitrah. Kemudian muncul pertanyaan, siapa sih yang wajib mengeluarkan zakat fitrah? Pada hakikatnya setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita, karena Zakat termasuk dalam salah satu rukun Islam. Besar zakat yang dikeluarkan menurut para ulama adalah (sesuai penafsiran terhadap hadits) adalah sebesar satu sha' atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok. Di negara kita Indonesia tercinta ini makanan pokoknya adalah beras, maka secara umum, zakat fitrah berupa beras sejumlah 2,5 kg.
Zakat fitrah diwajibkan kepada kaum muslimin bersamaan dengan diwajibkannya puasa Ramadhan yaitu pada pada tahun ke Dua Hijriyah. Zakat disebutkan dalam Al-Qur’an bergandengan dengan penyebutan Sholat terdapat di 26 tempat, Hal ini menunjukkan pentingnya zakat dalam syariat.
Zakat Fitrah wajib atas setiap muslim, laki-laki atau perempuan , besar ataupun kecil, merdeka atau budak. Sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar Radhiyallahu’ anhuma , beliau berkata :
Artinya : “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan wanita, kecil dan besar, laki-laki dan wanita dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan agar zakat fitrah itu ditunaikan
Zakat fitrah diwajibkan bagi yang memilki kelebihan dari makanan bagi dirinya dan yang menjadi tangungannya pada malam iedul fitri hingga hari iedul fitri. Ini adalah pendapat Mayoritas ulama diantaranya Malik, Az-Zuhri, Atha’, As-Syafi’i, Ahmad, Ibnul Mubarrok, Abu Tsaur dll. Sehingga tidak wajib zakat fitrah bagi yang tidak memilki makanan yang mencukupi bagi dirinya maupun yang menjadi tanggungannya pada malam ied hingga hari ied. Adapun yang benar-benar tidak memiliki sesuatu untuk maka tidak wajib baginya zakat firah, sebagaimana dinukil Ijma’ oleh Ibnul Mundzir dalam permasalahan ini.
Ditunaikan zakat fitrah dengan jenis makanan pokok negeri tersebut, ini adalah pendapat mayoritas ulama diantaranya Malik, As-Syafi’ Ibnul Qoyyim dan Syaikhul Islam.Karena tujuan utama sedekah adalah untuk memberikan manfaat kepada fakir miskin dan tentunya lebih bermanfaat kepada mereka apabila yang diberikan adalah makanan pokok mereka sehari-hari, sehingga akan menjadi kurang sempurna apabila yang disedekahkan kepada mereka adalah makanan yang bukan merupakan makanan pokok mereka . Sebagaimana firman Allah tentang kafaarat melanggar sumpah :
Artinya : “Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, adalah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu” (QS. Al-Maidah : 89)
Zakat fitrah memiliki hukum khusus berbeda dari dari zakat-zakat lainnya (zakat harta, zakat barang temuan dll). Zakat fitrah tidak boleh dibagikan kecuali kepada fakir miskin, Inii adalah pendapat Syaikhul islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, dan As-Syaukani dan Al-Allamah Al-Albani Rahimahumullah . Sebagaimana Kafaarat memberi makan bagi orang yang bersumpah palsu atau orang yang membunuh secara tidak sengaja tidak boleh diberikan kecuali kepada orang miskin begitu juga juga zakat fitrah. Dan yang menguatkan pendapat ini adalah Hadits Ibnu Abbas Rhadiyallahu’ anhuma :
Artinya : “Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassallam telah mewajibkan zakat Fitrah, Pembersih untuk orang yang berpuasa dari perkataan yang tidak ada gunanya dan perkataan kotor dan makanan untuk orang-orang miskin
Adapun Waktu Pengeluaran Zakat Fitrah yaitu dikeluarkan pada bulan Ramadhan, paling lambat sebelum menunaikan Shalat Ied. Jika waktu penyerahan melewati batas ini maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat fitrah, melainkan sebagai sedekah biasa.

Siapa sih yang berhak menerima zakat? Secara umum, ada 8 golongan/asnaf yang berhak menerima zakat, yaitu : fakir, miskin, amil (panitia zakat), muallaf, hamba sahaya, gharimin (orang yang berhutang), fisabilillah dan ibnu sabil. Namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah/nilai zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Kemudian, apa hikmah dari zakat fitrah ini ?
1.Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-Nya.
2.Zakat fitrah juga merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.
3.Hikmahnya yang paling agung adalah tanda syukur orang yang berpuasa kepada Allah atas nikmat ibadah puasa.
4.Sebagai penyempurna Ibadah puasa ramadhan kita, untuk menutupi lobang-lobang kecil karena amalan kita yang tidak baik di bulan Ramadhan.
Karena itu, betapa pentingnya zakat fitrah ini, jangan sampai kita semua lupa untuk mengeluarkannya. Semoga kita semua selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT , terutama di hari-hari terakhir bulan Ramadhan tercinta. Amiin

Hikmah Malam Lailatul Qadar & Kutamaan

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Cukuplah utk mengetahui tinggi kedudukan Lailatul Qadar dgn mengetahui bahwasa malam itu lbh baik dari seribu bulan Allah berfirman "Sesungguh Kami menurunkan Al Qur'an pada malam Lailatul Qadar tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lbh baik dari seribu bulan Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dgn izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan Selamatlah malam itu hingga terbit fajar." (Al Qadar : 1-5)
Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah "Sesungguh Kami menurunkan pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguh Kami-lah yg memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah (yaitu) urusan yg besar dari sisi Kami. Sesungguh Kami adl Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Ad Dukhan : 3 - 6)

2. Waktu datang Malam Lailatul Qadar

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21 23 25 27 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yg ada dalam masalah ini berbeda-beda Imam Iraqi telah mengaran suatu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bi Dzikri Lailatul Qadar membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini)

Imam Syafi'i berkata "Menurut pemahamanku wallahu a'lam Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjawab sesuai yg ditanyakan ketika ditanyakan kepada beliau 'Apakah kami mencari di malam ini?' Beliau menjawab 'Carilah di malam tersebut.'"

Pendapat yg paling kuat terjadi malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'anha beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:

"Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan." (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169))

Jika seseorang merasa lemah atau tak mampu janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir krn riwayat dari Ibnu Umar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Carilah di sepuluh hari terakhir jika tak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya." (HR. Bukhari (4/221) dan Muslim (1165))

"Aku melihat mimpi kalian telah terjadi barangsiapa yg mencari carilah pada tujuh nari terakhir."

Telah diketahui dalam sunnah pemberitahuan ini ada krn perdebatan para shahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam keluar pada malam Lailatul Qadar ada dua orang sahabat berdabat beliau bersabda:

"Aku keluar utk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar tapi ada dua orang berdebat hingga tak bisa lagi diketahui kapan mungkin ini lbh baik bagi kalian carilah di malam 29 27 25 (dan dalam riwayat lain tujuh sembilan dan lima)." (HR. Bukhari (4/232))

Telah banyak hadits yg mengisyaratkan bahwa amalan Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir yg lain menegaskan dimalam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yg pertama sifat umum sedang hadits keuda adl khusus maka riwayat yg khusus lbh diutamakan daripada yg umum. Dan telah banyak hadits yg lbh menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan tetapi ini dibatasi kalau tak mampu dan lemah tak ada masalah dgn ini cocoklah hadits-hadits tersebut tak saling bertentangan bahkan bersatu tak terpisah.

Kesimpulan jika seorang muslim mencari malam Lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir 21 23 25 27 dan 29. Kalau lemah dan tak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25 27 dan 29. Wallahu a'lam.

3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar

Sesungguh malam yg diberkahi ini barangsiapa yg diharamkan utk mendapatkan maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu melainkan (bagi) orang yg diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh krn itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah utk menghidupkan malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan pengharapan pahala-Nya yg besar jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosa yg telah lalu.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dgn penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu." (HR. Bukhari (4/217) dan Muslim (759))

Disunnahkan utk memperbanyak do'a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah Radhiyallahu 'anha bahwa dia berta "Ya Rasulullah apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi) apa yg harus aku ucapkan?" Beliau menjawab"

"Ucapkanlah Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yg meminta ampunan maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi (3760) Ibnu Majah (3850) dari 'Aisyah sanad shahih)

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu utk mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir menghidupkan dgn ibadah dan menjauhi wanita perintahkan kepada istrimu dan keluargamu utu ktu perbanyaklah perbuatan ketaatan.

Dari 'Aisyah Radhiyallahu 'anha:
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan) beliau mengencangkan kain menghidupkan malam dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari (4/233) dan Muslim (1174))

Juga dari 'Aisyah dia berkata:
"Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yg tak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya." (Muslim (1174))
4. Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Ketahuilah hamba yg taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dgn ruh dari-Nya dan membantu dgn pertolongan-Nya- sesungguh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menggambarkan pagi malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari 'Ubai Radhiyallahu 'anhu ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Pagi hari malam Lailatul Qadar matahari terbit tak menyilaukan seperti bejana hingga meninggi." (Muslim (762))

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau bersabda:
"Siapa di antara kalian yg ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah." (Muslim (1170 /Perkataan syiqi jafnah syiq arti setengah jafnah arti bejana. Al Qadhi 'Iyadh berkata "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan krn bulan tak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.")

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma ia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"(Malam) Lailatul Qadar adl malam yg indah cerah tak panas dan tak juga dingin (dan) keesokan hari cahaya sinar matahari melemah kemerah- merahan." (Thayalisi (394) Ibnu Khuzaimah (3/231) Bazzar (1/486) sanad hasan)

Menyambut 10 hari Terakhir Ramadhan

Kita telah masuk pada penghujung bulan Ramadhan, berarti telah masuk pada sepertiga terakhir yang berisikan sepuluh atau barangkali hanya sembilan hari saja. Maha Benar Allah SWT ketika menyebutkan bahwa Tamu Agung Ramadhan hanyalah ayyaam ma’dudaat (beberapa hari yang telah ditentukan) cepat dan singkat, namun Ramadhan berisikan kemuliaan dan keberkahan yang luar biasa.

Kalangan ulama tafsir banyak yang menafsirkan ayat sumpah Allah SWT dalam surat al-Fajr bahwa layalin asyr (dan demi malam yang sepuluh) maksudnya adalah malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, walaupun banyak pula yang menafsirkan maksudnya adalah sepuluh malam bulan Dzulhijjah, ada pula yang mengatakan sepuluh hari pertama bulan Muharram, semua penafsiran bisa jadi benar, karena masing-masing mempunyai dalil-dalil yang mendukungnnya.

Pada hari-hari terakhir ini Baginda Nabi SAW bersiaga penuh mengisi malam-malamnya, sampai-sampai beliau mengasingkan diri dari isteri-isterinya, beriktikaf di dalam Masjid, beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT, sebagai kesempatan akhir “ngalap berkah” bulan Ramadhan. Tak heran seperti diriwayatkan oleh istri beliau Sayidah Aisyah bahwa Rasul SAW bersungguh-sungguh dalam beribadat pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan yang tidak dilakukannya pada bulan-bulan yang lain.

Timbul pertanyaan mengapa demikian? Mengapa Nabi SAW mendorong umatnya untuk melipatgandakan ibadah dalam waktu tersebut? Jawabnya singkat, karena pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil terdapat malam Lailatul qadar, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai bonus hadiah Tuhan bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya.

Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka, tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh Agama sepertimelakukan qiyamullail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah dan tadarus Al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Lailatul qadar dirahasiakan, jelas sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadat tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan semasih hayat masih kandung badan.

Merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya, namun kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya!

Seratus Backlink Grati

Masih senang yang gratisan ??. Kali ini Saung Web akan berbagi info tentang rahasia Dapatkan Seratus Backlink Gratis Pr5 hingga Pr9 . Backlink ini berasal dari situs Great Directory yang memiliki daftar submit directory dari sekitar seratus website PR tinggi . Wow kereen.

Bukan itu saja backlink yang diberikan juga bersifat One way link atau link satu arah artinya situs itulah yang memberi link masuk ke blog kita dan kita tak perlu memberi linkback ke situs mereka.. wuiiiw … bener2 dermawan ya. dan tentu yang beginian ini yang kita cari.. tul gak ?

Bagi sobat yang berminat untuk memperkuat posisi SEO di mata search engine atau meningkatkan pagerank sekaligus mendulang trafik , maka cara yang ini patut menjadi bahan pertimbangan untuk di coba. Apalagi backlink tersebut hampir sebagian besar bersifat free submit tanpa di kenakan biaya, alias gratis. Kita hanya submit url blog dan memberikan sedikit deskripsi blog kita , kemudian tunggulah beberapa hari atau bahkan ada yang sampai berminggu – minggu untuk memberikan jawaban apakah blog kita diterima di situs tersebut atau tidak.

Langsung saja.. Yoo.. kita berburu untuk mendapatkan Backlink Gratis Dari Pr tinggi.. Silahkan klik disini. untuk masuk ke tkp dan ikuti petunjuknya.

Selain hal diatas ada juga cara lain yang telah terbukti bisa meningkatkan Pagerank dan traffic blog seperti :

1. Tips Gratis Meningkatkan Traffic Blog
2. Meningkatkan Pagerank Dengan Backlink Gratis.

Selamat mencoba untuk Dapatkan Seratus Backlink Gratis Pr5 - Pr9 . Semoga dapat membantu.

Selasa, 10 Agustus 2010

Hikmah Ramadan Bagi Anak

BULAN suci Ramadan telah tiba. Dan ini semua diwajibkan kepada Orang Yang beriman dan dewasa, sedangkan pada anak yang belum mencapai usia akil baligh belum diwajibkan untuk berpuasa, Tetapi tidak ada salahnya mengajarkan mereka hikmah Ramadan sejak dini dengan melatih untuk melaksanakan ibadah puasa.

Di bulan suci ini seluruh umat muslim di berbagai penjuru dunia diwajibkan berpuasa sehari penuh selama sebulan. Jika anak masih terlalu kecil untuk diajak menahan lapar dan dahaga seharian, tidak ada salahnya melatih mereka berpuasa setengah hari.

Nah, berikut ini adalah sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk membuat bulan suci Ramadan lebih berkesan bagi buah hati Anda:

1. Sahur bareng

Bangunkan si kecil ketika tiba waktu bersantap sahur, dan ajak dia membaca niat untuk berpuasa seperti anggota keluarga lainnya. Mulanya, anak mungkin akan sulit dibangunkan bahkan merengek. Tapi, lambat laun dia akan terbiasa. Sajikan menu favorit si kecil agar dia lebih bersemangat untuk bangun sahur.

2. Buka bersama

Ajak anak untuk duduk bersama seluruh anggota keluarga lain saat berbuka puasa, meski pun dia tidak berpuasa atau telah berbuka lebih dulu pada siang hari. Sajikan hidangan favoritnya di atas meja, dan biarkan anak belajar bagaimana anggota keluarga lain berbuka tepat pada saat bedug magrib berbunyi dan adzan berkumandang.

Atau, ajak anak melaksanakan ibadah sholat magrib di masjid dan berbuka puasa bersama dengan komunitas muslim lainnya.

3. Taraweh berjamaah

Ajak anak melaksanakan sholat taraweh secara berjamaah selama bulan Ramadan, baik di masjid atau pun di rumah, agar mereka terbiasa melaksanakannya sejak usia dini. Jika lelah, anak bisa duduk di bagian belakang shaf. Tapi, pastikan Anda telah memperingatkannya agar tidak gaduh dan berbuat onar.

4. Berbagi

Bulan Ramadhan merupakan waktu yang mulia untuk bersedekah. Ajak anak menyiapkan hidangan berbuka yang dimasukkan ke dalam kotak-kotak, untuk dibagikan kepada fakir miskin yang kurang beruntung. Kegiatan ini akan mengajarkan anak nilai bersedekah yang sangat penting dalam ajaran Islam.

Pastikan Ibadah Puasa Dengan Niat Ikhlas

Ibadah Puasa Ramadan dapat dikerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh adalah dengan niatyang merupakan salah satu syarat yang penting. Tentu saja, niat ikhlas dalam berpuasa karena Allah SWT, bukan karena faktor lainnya.

"Pastikan puasa kita dengan niat puasa yang benar karena Allah SWT. Insya Allah kita diberi kemampuan oleh-Nya menjalani ibadah wajib ini dengan baik,"

Setelah niat karena Tuhan Yang Maha Esa, lakukan pendekatan kepada Allah atau taqorrub ilallah dengan amal kebaikan yang ikhlas.

"Saat ini, banyak orang amal kebaikannya tidak ikhlas. Mereka beramal karena politik, demi popularitas, dan demi kepentingan duniawi lainnya. Nah, beramal di bulan suci ini harus dengan keikhlasan karena Allah semata,"

Ibadah puasa mesti dijalani dengan mengoptimalkan amal kebaikan dan memaksimalkan keikhlasan. "Bisa saja kita optimal ibadah puasa dengan amal kebaikan. Namun kalau niatnya karena duniawi ingin popularitas bukan niat karena Allah, bisa tidak tercapai amal kebaikan itu,"

Dalam Melaksakan ibadah puasa kita bisa menambahkan aktivitas lainnya , dengan aktivitas ibadah berjalan rutin seperti takjil berbuka puasa, salat tarawih berjemaah diisi ceramah Ramadan, salat subuh dan kuliah subuh, serta pengajian kitab.

"Insya Allah semangat dan semarak ibadah puasa dengan melakukannya penuh keihlasan dan kesabaran karena Allah dipastikan akan mendapatkan nilai dan pahala dari Allah Swt.

Senin, 09 Agustus 2010

Majelis Ulama Minta Kekhusukan Ramadhan Dijaga

Majelis Ulama Indonesia dalam pernyataan sikapnya hari ini meminta pemerintah melakukan penertiban terhadap perilaku yang dianggap bisa mengganggu kekhusukan umat Islam selama Ramadhan 1431 Hijriyah.
Majelis Ulama Minta Kekhusukan Ramadhan Dijaga

"Kami meminta pemerintah menertibkan rumah makan, dan penayangan acara televisi yang menampilkan pornoaksi dan pornografi, mistik, ramalan, dan kekerasan baik fisik maupun pskis serta lawakan komedi yang berlebihan" kata Ketua MUI Umar Shihab, dalam pembacaan taushiyah menyambut Ramadhan, di kantornya, Senin (9/8)

Dalam seruan itu, MUI juga meminta pemerintah menutup dan membatasi semua tempat hiburan, dan mendukung pemanfaatan ramadhan sebagai pendidikan akhlak bagi generasi muda. "Kami berharap masyarakat luas menghormati kemuliaan bulan Ramadhan," kata Umar.

Selain itu, MUI juga meminta umat Islam untuk memperbanyak berbuat baik. Antara lain dengan memberikan santunan kepada fakir miskin, anak telantar, membayar zakat, infak, sedekah, dan melakukan kegiatan sosial lainnya.
Sumber Tempo Interaktif

Awal Puasa NU dan Muhammadiyah

Nahdlatul Ulama (NU) baru akan melakukan rukyat (pengamatan) untuk menentukan awal bulan Ramadan pada Rabu 10 Agustus nanti. Sedangkan Muhammadiyah dengan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) sudah menyatakan mengawali puasa pada 11 Agustus 2010. NU menyatakan setuju.

"Secara hitungan hisab itu hari Rabu (11 Agustus 2010). NU juga setuju," kata Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siradj dalam perbincangan dengan VIVAnews, Senin 9 Agustus 2010.

Tetapi, kata Said Aqil, keputusan PBNU untuk menetapkan hari pertama puasa baru akan ditentukan Selasa 10 Agustus 2010, besok. Meski setuju dengan keputusan Muhammadiyah, NU belum bisa mengeluarkan ketetapan.

"Tim NU akan melakukan pengamatan dari berbaga titik. Ada petugas di Aceh, Bekasi, Kudus, Madura, dan Jepara," ujar Said Aqil.

NU tidak mempermasalahkan sekalipun kembali ada perbedaan dengan Muhammadiyah. Potensi perbedaan itu kemungkinan tetap ada.

"Muhammadiyah itu juga benar menggunakan hisab. Sedangkan NU dengan metode rukyat juga tidak masalah," kata Said. Maka itu, NU tidak bisa memprediksi apakah awal puasa akan dimulai tanggal 10 atau 11 Agustus 2010.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan maklumat penetapan 1 Ramadan jatuh pada 11 Agustus 2010. Penetapan ini sesuai dengan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Ijtimak menjelang Ramadhan 1431 H terjadi pada Selasa 10 Agustus 2010, tinggi hilal pada saat mahatahari terbenam 2 derajat," kata Ketua PP Muhammadiyah Abdul Fatah Wibisono, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin 19 Juli 2010 lalu

Sumber VIVAnews