Matahari di atas Kota Padang dihiasi fenomena 'halo' atau dilingkari cincin cahaya, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (21/10). Meski indah, fenomena ini membuat cemas sebagian masyarakat Kota Padang karena ada yang mengaitkan dengan kemungkinan terjadinya gempa.
Sepanjang pemantauan Media Indonesia, beberapa pasar seperti Pasar Siteba dan Pasar Raya Padang lebih sepi dari biasanya. Ada juga sebagian kecil sekolah yang memulangkan muridnya.
Lalu lintas ke Jalan By Pass, atau arah timur Kota Padang terlihat lebih ramai dari biasanya. Wilayah ini merupakan zona 'hijau' yang aman dari tsunami. Hal ini diduga karena ada warga yang mengaitkan fenomena tersebut dengan kemungkinan terjadinya gempa.
"Saya banyak mendapat telepon dari masyarakat. Sejak dari wartawan, pegawai, sampai tentara. Bahkan ada guru yang sudah memulangkan muridnya karena takut itu pertanda gempa," kata Kepala Badan Meteorologi Geofisi Klimatologi (BMKG) Wilayah Maritim Teluk Bayur Padang Amarizal.
Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan fenomena tersebut dengan gempa. "Ini fenomena alam biasa. 'Halo' bisa terjadi karena pembiasan cahaya matahari pada awan tinggi," ujarnya.
Menurut Amarizal, fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar matahari, terjadi akibat refleksi cahaya oleh kristal uap air di awan tinggi. "Akibatnya ada cahaya yang melingkari matahari." Ia menegaskan, agar tanda-tanda alam biasa tersebut tidak dikaitkan dengan gempa.
sumber : http://www.mediaindonesia.com







